Bapak

8 07 2008

Bapak, apa kabar? Apa Bapak baik di sana… Apa Bapak bisa melihat ika sekarang? Apa Bapak bangga dengan ika sekarang?

Seandainya Bapak ada di saat ika konser nanti,

Seandainya Bapak ada di saat ika wisuda,

Seandainya Bapak masih ada untuk menemani ika melewati setiap detik hidup ika…

Pasti akan terasa sangat sempurna.

Tapi ika tau, tidak ada sesuatu yang sempurna kecuali Allah.

Ika tau itu, Pak…

Dan ika memang harus terus menerima hal itu.

Menerima bahwa ika tidak akan pernah ditemani seorang ayah lagi.

Memang Bapak sudah pergi selama hampir 7 tahun.

Tapi tetap saja terkadang ika menangis meminta Bapak kembali ada di sini…

Menemani ika, seperti teman-teman ika yang lain yang selalu bersama ayah mereka dalam melewati momen-momen penting kehidupan mereka…

Tapi ika tidak akan pernah menyesali lagi kepergian Bapak.

Karena Bapak selalu ada di sini, di dekat ika, di hati ika, untuk menemani setiap langkah yang ika jalani.

Ika hanya ingin Bapak tetap mendoakan ika…

Untuk bisa bermain dengan indah pada saat konser nanti,

Untuk bisa melewati wisuda dengan lancar dan bahagia,

Untuk bisa mendapatkan pekerjaan terbaik,

Untuk bisa mendapatkan jodoh terbaik (hehehehe),

Untuk bisa menjalani hidup ini dengan sebaik-baiknya,

Untuk bisa bahagia dunia akhirat.

Amin…

Seperti ika selalu mendoakan Bapak agar Bapak di sana baik-baik saja.

Semoga kita, bersama anggota keluarga yang lain, bisa berkumpul kembali suatu saat nanti…

I love you, Bapak.

See ya J





..music is a wonderful thing..

8 07 2008

Itu adalah sepenggal kata yang diucapkan Masumi-Chan, si kribo pemain timpani di dorama Nodame Cantabile, ketika dia hampir berhenti dari musik. Akhirnya dia ga jadi berhenti dari musik karena dia mendengarkan lagu yang dimainkan Mine dan Chiaki, yaitu Violin Sonata No.5 Opus 24 Spring karya Beethoven. Dia sadar bahwa musik terlalu indah untuk ditinggalkan dan tidak jadilah dia pulang ke kampung halamannya di Yamagata.

Lalu apa arti musik bagi ika?

Musik adalah sesuatu yang bisa membuat ika lebih percaya diri, bisa menambah luas pergaulan, bisa menambah banyak pengalaman, sekaligus bisa menyeimbangkan kerja otak kiri dan otak kanan ika. Secara kalau belajar tekim terus, nanti otak kiri ika bisa korslet heuheu…

Musik adalah sesuatu yang sangat personal. Kalau kita bermain musik, kita harus merasa senang dulu dengan lagu yang akan kita mainkan. Lalu apabila kita udah merasa senang sama lagu tersebut, maka kita akan memainkannya dengan baik dan indah, paling ga untuk diri sendiri. Apabila kita ud memainkan musik dengan indah untuk diri sendiri, maka orang lain yang mendengarkannya pun insyA akan bisa merasakan keindahan lagu tersebut. Kalau ada orang lain yang suka dengan permainan musik kita, itu hanya merupakan bonus tambahan aja. Hehehehe… Makanya, ika paling ga suka kalau ada yang membanding-bandingkan permainan seseorang dengan permainan orang lain. Apalagi kalau seseorang itu ika. Kenapa? Karena seperti ika bilang tadi, musik adalah sesuatu yang sangat personal. Kita boleh menjadikan permainan orang lain yang lebih bagus sebagai motivasi kita untuk bermain musik lebih baik lagi, tapi tidak dengan cara membanding-bandingkannya. Begitu…

Oiya, musik itu juga adalah sesuatu yang sangat dipengaruhi oleh keadaan emosi dan perasaan pemainnya. Ika pernah waktu baru bangun tidur siang, langsung main lagu Broken Vow-nya Josh Groban. Tapi ga tau kenapa, suara yang dikeluarkan biola ika jadi sangat pas sama lagu itu. Mungkin karena lagunya emang mendayu-dayu, pas banget sama keadaan ika yang baru bangun tidur huahahaha… Tapi pernah juga, karena suasana ruangan sangat gerah dan emang ika lagi sebel juga sama seseorang, ika main biolanya ga bener. Badan ika bungkuk, terus megang biolanya asal. Boro-boro mau pake vibra (cie2, ika baru bisa vibra ni heuheu), baca dan bowingnya aja salah. Hehehehe… Ga lagi2 de ika kayak gitu… Karena ika sendiri yang jadi rugi karena ga bisa menikmati lagunya.

Tapi dibalik itu semua, musik adalah sesuatu yang simpel. Dari nada-nada sederhana sekalipun, musik bisa menjadi penghibur hati manusia yang sedang gundah gulana (halah…halah…). Seperti ika gini… Ika kan sering banget merasa gundah gulana, atau merasa bingung akan suatu hal, sampai2 terus bertanya2 dan akhirnya jadi pusing sendiri. Nah… dengan mendengarkan atau memainkan musik, semua rasa gundah itu bisa hilang lho. Hehehehehe…

Pokoknya makasi buat Allah yang ud menghadirkan musik di tengah kehidupan manusia, terima kasih juga karena ud mempertemukan ika dengan musik sampai akhirnya ika bisa seperti sekarang ini. Karena musik adalah sesuatu yang sangat indah.

..music is really a wonderful thing..

n_n





I Just Got Mad With Myself…

8 07 2008

Akhir-akhir ini ika sering banget marah-marah, menggerutu, menyumpah-nyumpah orang ga jelas. Ika kangen sama ika yang dulu… Yang ga meledak-ledak, yang sabar, yang nerimo… Tapi ga 100% juga sih. Ika lelah diinjak-injak orang lain, diremehkan, merasa ga dihargain. Atau ikanya aja yang ingin dihargai berlebihan??? Bisa jadi. Tapi biarkan ika bercerita tentang apa yang ada di kepala ika sekarang. Ah tapi ya sudahlah. Ga jadi.

Memendam benci memang sesuatu hal yang sangat negatif. Bisa dibuat pusing karenanya. Kepala pun rasanya berat. Hidup pun merasa terbebani dan tidak bebas. Tapi ika hanya manusia biasa… Ika juga bisa merasa benci dengan seseorang, apalagi kalau orang tersebut memang berbuat tidak baik pada ika. Tapi kata mamah: jangan inget2 keburukan orang, inget2 aja kebaikannya. Rasulullah aja ga marah meskipun dicaci-maki atau dilempar kotoran sekalipun. Tapi ika bukan Rasul… Terus mamah bilang lagi: kita memang bukan Rasul, tapi kita bisa mencontoh perilakunya, karena itulah fungsinya hadir di dunia… Tapi tetap saja, ika cuma manusia biasa yang punya perasaan. Ketika ika merasa disakiti terus-menerus selama kurang lebih 7 tahun belakangan ini, apa ika masih harus bersabar dan menerima semua itu? Ika bener2 ud ga tahan. Karena dia sudah membuat ika menderita, lahir dan batin. Lalu apakah ketika dia menjadi baik, ika harus menerimanya? Menurut ika itu adalah hal yang sangat sulit… Maafkan ika ya Allah, atas sulitnya ika memaafkan seseorang, atas rasa benci yang entah sampai kapan akan ika pendam…

PS. Meskipun ika tetap sulit memaafkan orang tersebut, tapi ya sudahlah… Hidup ini terlalu indah bila ika hanya memikirkan orang tersebut. Smile!!! J





Kenapa Ika Ga Merasa Lega?

8 07 2008

Ko ika ngerasanya ga begitu lega ya setelah pengumuman ujian kompre kemarin? Sebenarnya ada dua alasan utama yang berhasil ika temukan…

1. Ada rasa penyesalan karena ika ga mempersiapkan diri untuk ujian kompre dengan baik. Dua minggu sebelum ujian ika memang mulai intensif belajar bersama teman-teman lainnya di 5201. Tapi ika ga pernah belajar sendiri lagi atau sekedar mengulang pelajaran hari itu di rumah. Ika selalu beralasan lelah dan capek. Lalu ika baru mereview semua pelajaran hari senin, sehari sebelum ujian. Hari sabtu dan minggunya ika main, merasa berhak beristirahat dan menikmati hidup sejenak karena selama dua minggu udah bulak-balik kampus setiap hari dan belajar dari pagi sampe sore, bahkan sampe masuk angin segala. Lalu puncaknya adalah ketika ujian. Muka ika seperti ditekuk 18 lipatan, kepala pun sakit seperti mau meledak, dan lupa rumus-rumus penting. Bahkan ika sampe lupa cara menurunkan atau mengintegralkan fungsi atau hanya sekedar berhitung dengan benar. Parah… Inti dari alasan no 1 ini adalah… MANAJEMEN WAKTU YANG BURUK. Tapi ya sudahlah… Belajarlah dari hal ini nika. Bukan hanya mengambil hikmah tapi tidak pernah berubah…

2. Ada perasaan bingung mau apa setelah ini. Berbeda dengan ketika lulus SMA, lulus SPMB, atau ketika selesai seminar penelitian. Selesai lulus SMA: SPMB. Selesai lulus SPMB: kuliah. Selesai seminar penelitian: ujian kompre. Setelah kompre? Kerja. Iya ika tau… Tapi mau jadi apa? Karena pilihan ika saat ini akan menjadi profesi ika sampai tua nanti. Ika belum benar-benar tau mau jadi apa ika nantinya. Ika masih bingung… Inti dari alasan no 2 ini adalah… KURANG DEWASA. Ya Allah tunjukkanlah…

PS. Alhamdulillah ika ga bingung lagi heuheu… Pokoknya ika mau jadi process engineer, atau kerja di EPC dan konsultan juga bole. Yang teknik kimia banget de hehe… Doain ika ya teman-teman. Mari kita berburu!!! Eh tapi selamat dulu ni buat yang uda punya gaji sendiri (ud keterima kerja maksudnya). Ditunggu lho traktirannya… Eheuheuheu…





Lulus!!!

8 07 2008

Nika Yunitri

Kali ini lulus dengan nilai C.

Tapi diusulkan cum-laude lho…

Hehehehehe…

Alhamdulillah…

Terima kasih ya Allah

Terima kasih dan salam kangen untuk Bapak

Terima kasih Mamah, Nek, Aa, Teteh

Terima kasih sahabat-sahabatku, khususnya Lisa Handayani

Terima kasih semua teman di Teknik Kimia ITB, khususnya angkatan 2004

Terima kasih semua saudara, sanak famili, dan keluarga

Terima kasih Purwa Caraka Music Studio Cimahi

Terima kasih ITB Students Orchestra

Terima kasih Orkes Keroncong Hilang Masa Muda dan barudak Red Tulip Bakery Cimahi

Ika sayang kalian semua

n_n





Menanti Sebuah Jawaban

8 07 2008

Beginilah hari ini. Tanggal 25 Juni 2008. Apa yang ika lakukan? Menanti sebuah jawaban. Jawaban apa? Lulus atau tidaknya ika dari suatu ujian yang bernama ujian komprehensif. Mata kuliah berbobot 1 sks yang menentukan apakah ika bisa melanjutkan hidup ke tahap berikutnya, bersama 143 sks wajib lain tentunya…

Ika hanya bisa menunggu, berdoa, dan berharap yang terbaik terjadi jam 3 nanti. Ya Allah, kabulkanlah doa ika. Doain ika juga yaa teman2 semua… Semoga 74/74 lulus semua. Amin. Amin. Amin.

Udah ah, mau menanti lagi.

Hehe

:p





Tiba-tiba Waktu Berhenti…

8 07 2008

Hari ini ika bertemu dengan seseorang. Waktu pertama kali mata ika dan matanya bertemu, tiba-tiba saja waktu berhenti. Mungkin bila ada cermin di hadapan ika, ika bisa melihat air muka ika yang terkesima. Seperti kaget atau terperanjat tiba-tiba. Hanya saja hal tersebut disebabkan oleh sesuatu yang tidak bisa ika jelaskan dengan kata-kata. Mungkinkah dia? Hehhe. Apa ika berlebihan? Apa ika sudah tampak seperti seseorang yang ***** _*****? Huah, ika aja ga berani menyebutkan dua kata itu. Ada yang bisa nebak apa dua kata itu? Eheuheuheu…

Dari kejadian tersebut lalu ika mulai berpikir, apa ika sudah cocok memikirkan hal itu? Ika memang sudah berulang tahun yang ke-21. Tapi… Perilaku ika masih seperti anak usia 14 tahun… (kata www.blogthings.com). Lagipula ika suka geli kalau ngomongin hal itu. Sudah saatnyakah? Tapi ika itu bener-bener masih kekanak-kanakan. Moody berat. Mudah marah. Masih labil. Sebagai seorang perempuan termasuk malas. Ga bisa masak tapi sangat suka makan. Suka ketawa ngakak sepuasnya. Suka ngomong seenaknya. Suka aneh pula. Keras kepala. Kalo dibilangin selalu ngelawan dan ngejawab (maap, Mah…). Dan dengan amat sangat sama sekali tidak dewasa.

Jadi apakah dia juga bisa merasakan hal yang sama seperti yang ika rasakan? Tiba-tiba saja waktu berhenti…

I hope so…

n_n

PS. Dari sumber informasi yang dapat dipercaya, ternyata orang tersebut ud tertambat hatinya pada perempuan lain. Aaaaaaa… Tidaaaak!!! Hiks… Tapi ya sudahlah nika. Maybe he is not the one, the one that has shiny face and is conceived for me… Eheuheuheu… Geuleuh ah :p





Kenapa selalu ika yang salah?

26 06 2008

Waktu kamera temen yang ika pinjem jatoh dan rusak oleh orang lain, ika yang dibilang ga dewasa hanya karena minta-minta dia supaya cepet ngebenerin kameranya.

Waktu ika dilemparin barang2 dan dibilangin kata2 yang kasar, ika yang dibilang harus berlapang dada untuk memaafkan.

Waktu ika bilang ika ga bisa ketemu seseorang karena harus belajar kompre dan berlatih konser, ika yang dapet sms bertanda seru dari orang itu.

Waktu mau latian biola, ika yang dibilang telat. Padahal sebelumnya dibilangin latiannya ga jadi.

Kenapa? Kenapa?

Ika hanya manusia biasa dan ika ga bisa memuaskan keinginan semua orang.

Kenapa? Kenapa?

Ika hanya satu dan kemampuan ika terbatas.

Ika bukan wonder woman.

Ika juga bisa lelah.

Ika juga bisa capek.

Ika juga punya perasaan…

Jadi please, jangan terlalu banyak menuntut ika.

Ika hanyalah ika.

Yang mencoba menjalani hidup dengan sebaik-baiknya.

Yang mencoba menjadi orang sebaik-baiknya.

Tapi sekarang ika mulai lelah menjadi orang baik.

Karena orang baik lebih sering ditindas dan dimanfaatkan oleh orang lain.

Lelah.

Capek.

Lelah.

Capek.

Lelah.

Capek…

T_T

Tapi yasuwlah…

Menurut pepatah: words will hurt you if you let them.

So, lupain aja.

Dan tetap berusaha sebaik2nya menjalani hidup.

Ok2!

n_n





Manpro ika C!

26 06 2008

Yup, akhirnya muncul juga nilai C di transkip ika. Sebelumnya ud pernah juga sih… Yaitu mata kuliah PIK (Proses Industri Kimia). Hah? Masa PIK dapet C? Iya tu, waktu semester 6 kmrn ika males banget bikin tugas-tugas PIK dan ujiannya juga ika ga bisa haha. Padahal pelajarannya ga sesusah pelajaran2nya lainnya. Emang ikanya aja yang dodol hehe. Tapi C PIK masih bisa ika cuci menjadi A di semester 8 ini. Nah kalo manpro? Masa iya ika nunda lulus setaun hanya untuk mencuci nilai manpro? Lagipula denger2 pelajaran manpro ga wajib lagi di kurikulum 2008. Yah, jadi ika terima saja. Di balik suatu kegagalan pasti ada hikmah yang bisa diambil. Misalnya aja jangan suka belajar sehari sebelum ujian atau jangan nganggep ada bagian yang open book atau jangan sekedar mengandalkan keberuntungan. Tapi sebenernya ika cukup beruntung karena nilai uas manpro ika hanya satu lebih besar dari batas kelulusan. Hampiiiiiiir aja… Begitu tau nilai ika segitu, ika langsung shock. Bener-bener shock, sampe ga bisa berkata apa-apa. Dan bingung mau sedih karena nilainya super jelek dibanding temen2 yg lain atau mau senang karena lolos dari lubang jarum… Ya sudahlah…

Tapi, semua nilai TA ika A lho. Horeee…!!! Terima kasih, khususnya untuk partner-partner ika.

KP: bersama Yudi. Terima kasih atas masa-masa selama di Balikpapan. Kalo ga ada Yudi, ga tau de apa jadinya ika di Balikpapan. Makasi juga ika ud dibolehin tingga di rumah om dan tantenya Yudi. Tantenya Yudi jago masak lho… Ika sampe kangen sama masakan teri cabe ijo sama kepiting asem manisnya. Slllllrrrrrrppppp… Salam ya Yud buat tantenya Yudi dan keluarga, kalo Yudi ke Balikpapan lagi.

Penelitian: bersama Babsky. Yeah Babs!!! Akhirnya beres juga… Meskipun kita sempet dibilang rusak dan nangis2 (hehe), dapet A juga akhirnya. Alhamdulillah banget deh buat TA yang satu ini. Secara ika males banget bikin penulap gara-gara harus baca jurnal2 bahasa inggris dan ika juga ga punya kemampuan lab yg cukup baik hehe.. Belum lagi sempet minder juga sama sesama TRK-ers lainnya karena penelitian ika dan babs ga pake uji reaktor. Tapi yang penting ada hasilnya juga. Yeah!!!

RP: bersama Inez dan Wahyu. Inilah partner-partner teredan selama ika kuliah. Gimana ga edun? Wong kita cuma ketawa-ketiwi + makan-makan + nyanyi-nyanyi tapi nilainya dapet A juga! Hehe… Pa Tatang the best lah pokoknya. Ayo kita ketawa-ketiwi + makan-makan + nyanyi-nyanyi lagi abis kompre. Karaokean dan makan dimana kita nanti? Eheuheuheuheu…

Yah, itulah sekelumit curhatan ika di minggu ini. Huah, kompre oh kompre…

PS. Curhatan minggu lalu deng.. hehe





Angkot Oh Angkot, I Hate U But I Love U

10 06 2008

Sudah hampir empat tahun ika kuliah. Bentar lagi lulus… Amin ya Allah! Selama itu pulalah ika pulang pergi Cimahi-ITB naik angkot. Yup, perjalanan ika menuju kampus memang cukup penuh dengan perjuangan (cie..cie..). Dimulai dengan naik angkot Cimahi yang berwarna hijau: boleh Cimahi-Leuwi Panjang, atau Cimahi-Stasiun Hall. Kurang lebih ika berada dia angkot tersebut selama setengah jam. Naik dari depan gang rumah ika, atau di depan RS Cibabat, dan turun di batas kota (tuh kan… rumah ika beneran di luar kota hehe). Kemudian berlanjut naik angkot berwarna biru: Sadang Serang-Caringin or nama bekennya SSC. Kira-kira ika berada di angkot itu juga selama setengah jam. Naik di batas kota, kemudian turun di gerbang sipil/gerbang depan ITB.

Kalau dihitung-hitung, minimal selama 10 jam per minggu ika ada di angkot. Itu minimal lho. Dan dari waktu yang selama itu, ika bisa mengumpulkan fakta-fakta mengenai perangkotan di Bandung. Ada (banyak) fakta yang negatif, dan (satu) fakta positif yang bisa ika rasakan selama menjadi penumpang setia angkot-angkot tersebut. Simak saja penjelasannya berikut.

Fakta-fakta negatif yang membuat ika… (aaaaa please berakhirlah masa-masa dimana ika harus naik angkot):

1. Kebarbaran supir angkot dalam menyetir. Sumpah bisa bikin mual, pusing, muntah, dan pengen cepet turun dari angkot gila tsb. Yang parahnya lagi, bisa membahayakan keselamatan (fisik maupun mental) kita si penumpang…

2. 7-5. “Ser, geser neng, eta punten murangkalihna dipangku, ya kanan-kanan, kiri-kiri baru empat tuh neng.” Mau ga penuh, mau penuh, hajar terus bleh!

3. Ngetem tiap gang. Ga ngetem, ga rame… Dan ga akan melaju lancar sebelum angkot super penuh!

4. Banyak beneur pengamen. Tiap lampu merah, tiap spot macet pasti ada pengamen. Mulai dari anak-anak, remaja, sampe kalangan dewasa. Tapi sebelnya kalo ada pengamen anak-anak yang sambil ngisep aibon. Adu plis de, masi uang yang kita kasi cuma berakhir di sebuah kaleng aibon? Ga de, makasi. Selain itu kalo misalnya satu angkot itu gada yang ngasi, ada aja pengamen yang menggerutu ato ga jarang mengucapkan kata-kata kasar yang sebenarnya ga perlu diucapkan, seperti… Ya itu lah. Ya maap aja de mas kalo gada yang ngasi, itu mah harus seikhlasnya kali… Gada jg penumpang angkot yang minta situ nyanyi. Hehe.

5. Banyak copet juga. Ud dua kali hp ika ilang di angkot. Dan beberapa kali bertemu dengan kriminal-kriminil copet. Pokoknya waspada aja de selama di angkot. Kalo ada yang pura-pura muntah, pura-pura sakit kaki, nyuruh kita buka jendela, suka mepet-mepet duduknya, atau tiba-tiba sekelompok orang ngobrol padahal naeknya ga barengan, berarti mereka adalah tersangka!!! Amannya langsung turun aja. Cari angkot yang ga penuh-penuh banget biar kita ga bisa dipepet-pepet. Tapi jangan yang kosong pula, karena tetep bahaya juga. Waspadalah, waspadalah.

6. Banyak orang aneh-aneh. Beberapa kali ketemu ibu-ibu, anak-anak, dan kakek-kakek yang minta ongkos. Dompetnya ketinggalan lah, ga punya uang pulang lah, “karunya neng karunya” lah. Adu plis de bu, dek, kek, kalo gada uang ga usah naek angkot (eh ika ga jahat kan?). Abis ika kesel. Ika pernah ngasi si ibu-ibu uang 5 ribu buat dia pulang karena ika kasian ma dia. Eh masa dia jawabnya gini: “Ya neng, ko cuma segini. Mana cukup buat sampe Padalarang?”. Hah? Maksudnya? Adu bu, mbo ya terima kasi sedikit. Dasar!

7. Tetap waspada!!! Khususnya untuk para perempuan aktif yang suka pulang malem (kayak ika gini… Haha… Ngaku2). Karena udah ada beberapa kejadian kriminal seperti pemerkosaan, sampe pembunuhan. Contohnya kasus 2 orang perempuan yang naik angkot Cimahi-Leuwi Panjang sehabis pulang dari pengajian Aa Gym. Kejadiannya malem-malem. Tersangkanya mabuk dan sedikit stress akibat setoran kurang mungkin? Selain itu, pernah juga datang korban dari mahasiswi ITB. Karena jalan antara Sabuga sampe Bonbin itu gelap dan penumpangnya hanya mahasiswi tersebut, maka supir angkot nekat melakukan hal yang anonoh. Ya Allah, lindungi kami para perempuan aktif dari kejahatan-kejahatan macam itu. Amin.

8. Hati-hati juga terhadap anak smp (baca: anak abg) yang hiperbunyi alias berisssik. Dijamin kuping pengang dan pusing datang. Mereka tuh kalo cerita udah super duper heboh. “Eh tau ga, si itu masa suka sama si ini”, “Ya ampyunn, tu anak norak banget si, ndeso!”, “Eh, eh, kemaren si kaka itu sms gw loh, miskol2 lagi. Jangan2…”, dan segenap ocehan mereka lainnya. Belum ketawanya. Ampun2. Sebelnya itu, karena bagi ika angkot adalah tempat istirahat kedua, setelah kasur ika di kamar. Walhasil ga bisa tidur dan jadi puyeng, karena pingin tidur tapi ga bisa. Huah, nasib2… Seangkot sama anak-anak abg.

9. Ongkos yang fluktuatif. Apalagi setelah BBM naik seperti sekarang ini, dan belum ada tarif resmi dari organda (?bener ga ya?). Fluktuasi ongkos angkot bisa mencapai 30-70%. Jadi kadang-kadang ika bingung, sebenernya ika yang pelit atau supir angkot yang pingin untung banyak, atau persepsi ongkos/km antara penumpang dan supir berbeda? Halah…halah… Bikin pusing diri sendiri aja. Yah pokoknya ga jelas lah berapa tarif angkot yang sebenarnya, mau ada tarif resmi atau ga. Mungkin ini adalah misteri ketiga yang belum dapat ika pecahkan sampai sekarang (adu maap lebai lagi). Hehe.

10. Kemacetan. Ini bukan 100% salah angkot sih. Tapi seperti yang ika bilang di poin pertama, supir angkot itu memiliki tingkat kebarbaran menyetir yang cukup tinggi. Kadang, kemacetan bisa diakibatkan oleh angkot-angkot yang berenti sembarangan, ngetem sembarangan, muter dan belok sembarangan. Atau bisa juga dia menjadi barbar menyetir setelah ada kemacetan. Di saat tersebut, kemampuan menyetir si supir cukup berguna untuk ika. Bisa sampe cepet meskipun macet. Tapi dagdigdug juga sih. Namanya berlalu lintas pasti selalu ada resiko kecelakaannya kan?

Nah, itulah 10 fakta negatif yang berhasil ika temukan tentang angkot. Masa iya ada juga fakta positifnya? Ga percaya? Simak ocehan ika berikut.

Satu fakta positif yang akhirnya bisa ika temukan tentang angkot adalah: angkot bagaikan rumah kedua bagi ika. Di situ, ika bisa punya waktu kurang lebih satu jam untuk belajar sebelum ujian atau hanya sekedar sarapan kalau ika ga sempet sarapan karena telat. Dan yang paling penting nih, kalau ika ngantuk, ika bisa tidur sepuasnya sesuka hati. Asal turunnya ga kelewat aja. Hehe. Bagi mereka yang memiliki kendaraan sendiri, mereka harus konsen menyetir saat di jalan. Jadi mereka ga boleh tidur. Jangankan tidur, ngantuk aja sudah menjadi bahaya tersendiri. Karena alasan inilah, ika sampe sekarang masih bertahan naik angkot. Selain terpaksa karena emang ga ada kendaraan juga sih hehe.

Oiya, ada satu lagi sebenernya hal positif yang bisa ika rasakan ketika naik angkot. Karena angkot juga merupakan tempat ika bengong, maka terkadang ga jarang muncul ide-ide cemerlang selama di angkot. Angkot itu seperti menjadi sebuah tempat dimana pikiran ika berkontemplasi. Beuh, gaya banget de bahasa ika hehe…

Yah, cukup sekian aja pemaparan tentang angkot dari ika. Semoga bermanfaat dan dapat membuka wawasan Anda tentang perangkotan, khususnya perangkotan di Bandung dan sekitarnya (baca: Cimahi).

Salam angkout!