Akhir-akhir ini ika sering banget marah-marah, menggerutu, menyumpah-nyumpah orang ga jelas. Ika kangen sama ika yang dulu… Yang ga meledak-ledak, yang sabar, yang nerimo… Tapi ga 100% juga sih. Ika lelah diinjak-injak orang lain, diremehkan, merasa ga dihargain. Atau ikanya aja yang ingin dihargai berlebihan??? Bisa jadi. Tapi biarkan ika bercerita tentang apa yang ada di kepala ika sekarang. Ah tapi ya sudahlah. Ga jadi.
Memendam benci memang sesuatu hal yang sangat negatif. Bisa dibuat pusing karenanya. Kepala pun rasanya berat. Hidup pun merasa terbebani dan tidak bebas. Tapi ika hanya manusia biasa… Ika juga bisa merasa benci dengan seseorang, apalagi kalau orang tersebut memang berbuat tidak baik pada ika. Tapi kata mamah: jangan inget2 keburukan orang, inget2 aja kebaikannya. Rasulullah aja ga marah meskipun dicaci-maki atau dilempar kotoran sekalipun. Tapi ika bukan Rasul… Terus mamah bilang lagi: kita memang bukan Rasul, tapi kita bisa mencontoh perilakunya, karena itulah fungsinya hadir di dunia… Tapi tetap saja, ika cuma manusia biasa yang punya perasaan. Ketika ika merasa disakiti terus-menerus selama kurang lebih 7 tahun belakangan ini, apa ika masih harus bersabar dan menerima semua itu? Ika bener2 ud ga tahan. Karena dia sudah membuat ika menderita, lahir dan batin. Lalu apakah ketika dia menjadi baik, ika harus menerimanya? Menurut ika itu adalah hal yang sangat sulit… Maafkan ika ya Allah, atas sulitnya ika memaafkan seseorang, atas rasa benci yang entah sampai kapan akan ika pendam…
PS. Meskipun ika tetap sulit memaafkan orang tersebut, tapi ya sudahlah… Hidup ini terlalu indah bila ika hanya memikirkan orang tersebut. Smile!!! J
siapakah gerangan orang itu nik?? bukan gw kann? hehehe…
sabar aja ya, nik.. hmm mungkin nika udah bosen ama kata2 “sabar ya” ini.. Tapi percaya deh.. Insya Allah ganjaran dari sabar itu manissss banget, gak ada duanya.. hehehe